Dibidik PKB Subang, Ini Kata Inisiator Gerakan Foto Dewi Nirmalasari

Mulai ramai diperbincangkan dan mulai diperhitungkan oleh beberapa partai politik, salah satunya PKB Subang. Ini kata Inisiator Gerakan Foto Dewi Nirmalasari.

Ada tiga poin utama yang melatarbelakangi Gerakan Foto Dewi Nirmalasari. Pertama gerakan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem dan kondisi perburuhan yang ada melalui jalur politik secara konkrit, kedua bagian dari pendidikan politik kepada grassroot untuk melawan politik uang.

“Dan yang ketiga adalah pengemban amanah Manifesto Perubahan #SubangBARU, agar jargon itu tidak dibajak pihak yang tidak bertanggungjawab jargon sama implementasi beda,” kata Inisiator Gerakan Foto Dewi Nirmalasari, Dani Afgani, Rabu (3/5/2017).

Menurut Dani, kenapa harus Dewi Nirmalasari? Karena beliaulah publik figur yang konsisten membela hak-hak buruh, khususnya buruh perempuan. Ketika beliau masih jadi Istri Bupati, beliau mau bergerak untuk buruh dalam ekspose TRPIP di Gedung DPRD, sampai akhirnya melahirkan Raperda Ketenagakerjaan, tapi setelah suaminya jatuh, Raperda itu tidak selesai bahkan tidak ada kabarnya.

“Tetapi beliau tetap konsisten bela buruh, walaupun sudah bukan siapa-siapa lagi,” kata Sekum SPMB dan Eks Ketua TRPIP itu.

Konsisten mebela buruh itu, dibuktikan beliau dengan menuntut lagi perda itu di Women Days. Isi dan semangat perda itu sangat penting bukan hanya soal hak-hak buruh perempuan, tetapi juga soal pengaturan perimbangan penyerapan buruh laki-laki.

“Kami pikir sosok inilah yg harus jadi pemimpin Subang yang mulai bergeser ke arah industri.
Apa jadinya jika mayoritas penduduk Subang jadi buruh tapi peminpinya tidak pro buruh. Maka kami bersikap memohon Bu Dewi untuk maju di Pilbup, kami buruh beserta keluarga, tetangga, sodara dan kawan siap jadi relawan,” katanya.

Saat ini foto yang beredar di media sosial itu bentuk dukungan konkrit tanpa uang, tapi dengan harapan besar Subang akan punya peminpin pro buruh. Gerakan ini diawali dengan cetak banner 10 buah keliling ke setiap kawan dan sodara.

“Dan sekarang entah sudah cetak berapa. Soalnya sudah banyak beredar di media sosial,” katanya.

Menurut Dani, soal apakah Dewi Nirmalasari akan maju atau tidak di Pilkada itu soal lain, karena pihaknya sadar itu tergantung Dewi yang sedang didera banyak masalah keluarga.

“Tapi kami berencana menemui beliau untuk menyampaikan permohonan secara langsung,” katanya.

Mengomentari terkait soal PKB yang membidik Dewi, menurut Dani ini masih dinilai wajar karena Dewi Nirmalasari bisa jadi lawan kuat bagi kompetitor di Pilkada 2018.

“Karena bagaimanapun beliau banyak dikenal dari elit, birokrasi sampe grassrot hanya dulu taunya Bu Ojang, bukan Bu Dewi, tapi secara sosok sangat dikenal. Sehingga mudah sosialisasinya,” katanya.

Terakhir soal apakah nanti maju lewat independen atau partai itu bukan urusan pihaknya sebagai inisiator karena itu nanti terserah Dewi Nirmalasari.

“Sekarang kan kita belum ketemu bu Dewi. Mudah-mudahan beliau mau mencalonkan diri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *