Hasil Survei Sosial dan Ekonomi Buruh Perempuan di Tiga Zona Industri Subang (Bag. 1)

Latar Belakang Penelitian
Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) merupakan wadah relawan yang terbentuk dari berbagai elemen dan komunitas di Kabupaten Subang. Terbentuknya TRPIP ini diawali dari diskusi publik tentang Industrialiasi di Kabupaten Subang yang diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kab. Subang (Diskusi Publik I diadakan pada tanggal 17 Mei 2015 dan Diskusi Publik II pada 14 Juni 2015). Dari hasil Diskusi Publik tersebut, seluruh partisipan menyepakati untuk melakukan riset kolaboratif terkait dengan isu Industrialisasi di Kabupaten Subang, salah satunya adalah riset ilmiah yang memotret bagaimana kondisi sosial dan ekonomi buruh perempuan di Kabupaten Subang. Kegelisahan tentang isu buruh perempuan ini muncul seiring maraknya pendirian pabrik Garmen di Kabupaten Subang yang sebagian besar mempekerjakan buruh perempuan.

Data menunjukkan bahwa dari 598 Perusahaan yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang Tahun 2014, sebanyak 21 perusahaan bergerak dalam industri garmen dan menyerap kurang lebih 36.504 orang dari total tenaga kerja terserap sebanyak 84.148 orang. Dari total buruh dalam industri garmen tersebut, 84% adalah buruh perempuan dan hanya 16% buruh laki-laki. Bahkan jika dilihat perbandingan jumlah tenaga kerja atau buruh yang terserap dari total perusahaan terdaftar tersebut (garmen dan non-garmen), jumlah buruh perempuan masih lebih banyak (59,32%) dibanding jumlah buruh laki-laki (40,45%). Sisanya adalah jumlah tenaga kerja asing yang terdaftar, yaitu sekitar 198 orang (0,23%).

 

Dari gambaran umum tersebut maka dirasa penting untuk melihat ekses atau dampak dari pertumbuhan jumlah buruh perempuan ini terhadap transformasi kehidupan sosial-ekonomi rumah tangga di Kabupaten Subang. Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, TRPIP kemudian melakukan reskruitmen relawan sebagai pelaksana survei sekaligus memberikan pelatihan teknik pengambilan data kepada relawan surveyor tersebut. Jumlah responden yang terkumpul dari riset ini total berjumlah 311 orang responden buruh perempuan yang bekerja pada pabrik yang berada di tiga wilayah zona industri Subang, yaitu Kec. Cipeundeuy, Kec. Kalijati dan Kec. Purwadadi. Waktu pengambilan data dimulai dari bulan Agustus 2015 s.d. Desember 2015.

Rumusan Masalah

Penelitian Survei yang dilakukan oleh TRPIP bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana kondisi sosial ekonomi buruh pabrik perempuan Subang saat ini? Potret ini dianggap penting untuk melihat realitas kehidupan buruh pabrik perempuan di Kabupaten Subang. Dengan hasil survei ini diharapkan publik mengetahui tentang realitas kehidupan buruh perempuan dan di sisi lain Pemerintah Daerah selaku pembuat kebijakan dapat menyusun regulasi yang tepat dan berbasis pada hasil penelitian ilmiah. Regulasi yang tepat ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang sesuai bagi para buruh perempuan sekaligus meminimalisir dampak buruk dari industri. Beberapa permasalahan yang digali dari survei ini antara lain tentang bagaimana profil rumah tangga buruh pabrik perempuan Subang? Bagaimana beban sosial dan ekonomi yang ditanggung oleh buruh pabrik perempuan? Bagaimana motivasi bekerja dan pola asuh anak yang diterapkan oleh buruh perempuan? Serta kebebasan atau keleluasaan buruh perempuan dalam beribadah selama bekerja di dalam pabrik. Detail dari permasalahan tersebut kemudian dituangkan dalam kuisioner sebagai instrumen utama dalam penelitian survei ini.

Metode Penelitian

Penelitian survei tentang kondisi sosial ekonomi buruh pabrik perempuan di tiga zona industri Kabupaten Subang ini bersifat deskriptif-kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dimana responden dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti lokasi tempat tinggal, tempat bekerja, usia dan responden hanya yang berjenis kelamin perempuan (100%). Instrumen dalam penelitian ini berupa kuisioner yang diisi oleh pewawancara/surveyor/enumerator yang telah dilatih terlebih dahulu. Pengambilan data dilaksanakan sejak bulan Agustus 2015 s.d. Desember 2015 di tiga lokasi zona industri Kabupaten Subang. Setelah pengumpulan data lengkap, dilakukan reduksi beberapa data yang tidak sesuai/kurang lengkap. Hasil pengolahan data disajikan secara deskriptif berupa grafik-grafik dan narasi singkat agar mudah dipahami oleh publik secara umum.

Kajian Terdahulu

Pada tahun 2013, Bappeda Kab. Subang bersama dengan LPPM STIESA telah melakukan kajian tentang dampak industri terhadap daya beli masyarakat kabupaten Subang. Hasilnya, ternyata tidak ada korelasi yang kuat/signifikan antara menjamurnya industri dengan tingkat kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Subang. Hasil penelitian ini tentu saja menimbulkan pertanyaan lebih lanjut, mengapa hal ini bisa terjadi? Selanjutnya, pada tahun 2015, LPPM STIESA dan Bappeda kembali melakukan kajian tentang pusat-pusat pertumbuhan di Kabupaten Subang. Hasilnya, basis ekonomi di Kabupaten Subang ternyata masih bertumpu pada perdagangan. Oleh karena itu, dapat dipahami mengapa sektor industri yang masuk ke kabupaten Subang belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat. Kedua kajian ini memberikan gambaran struktur ekonomi makro Kabupaten Subang yang kemudian melatarbelakangi riset selanjutnya yang berusaha melihat dari aspek mikro, yaitu potret kehidupan sosial dan ekonomi buruh (perempuan) di Kabupaten Subang yang dilakukan oleh TRPIP pada tahun 2015.

Selanjutnya >> Hasil dan Pembahasan (Bag. 2)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *