Hasil Survei Sosial dan Ekonomi Buruh Perempuan di Tiga Zona Industri Subang (Bag. 6)

Jaminan Kesehatan Buruh Perempuan Sudah Hampir Merata

Melihat jawaban responden terkait dengan ketersediaan fasilitas jaminan kesehatan yang diberikan oleh perusahaan kepada buruh perempuan nampak hasil yang cukup menggembirakan. Sekitar 91% responden menyatakan bahwa di pabrik/perusahaan tempat mereka bekerja telah tersedia layanan jaminan kesehatan. Hanya 7% responden yang menjawab tidak ada dan 1% tidak tahu. Penyediaan jaminan kesehatan paling tinggi ada pada zona industri Purwadadi (96,2%), menyusul cipeundeuy (92%) dan Kalijati (84,8%).

Meskipun sudah 91% responden menyatakan tersedianya fasilitas jaminan kesehatan, namun baru sekitar 83% dari responden yang mengaku terdaftar menjadi peserta jaminan kesehatan tersebut. Masih adasekitar 17% responden yang belum mendapatkan jaminan

kesehatan tersebut. Persentase responden belum terdaftar paling tinggi di zona industri Kalijati (17,41%). Sedangkan perusahaan yang paling baik dalam mengcover jaminan kesehatan bagi karyawannya adalah perusahaan yang berada di zona industri Cipeundeuy (89%).

Upah Buruh Perempuan Belum Layak

Persepsi responden terhadap kelayakan upah yang diterima menunjukkan keseragaman bahwa upah yang mereka terima tersebut dianggap belum layak (95%). Hanya 2% responden saja yang menganggap upahnya sudah layak. Kelayakan ini sebenarnya bersifat subyektif, namun demikian nampaknya keseragaman persepsi ini memang menunjukkan kondisi pendapatan yang masih kurang. Hasil ini sejalan dengan jumlah rata-rata pendapatan yang telah dihitung sebelumnya, dimana rata-rata pendapatannya (Rp. 2.001.567 per bulan) masih berada di bawah rata-rata kebutuhan Pengeluaran per bulan ( Rp.2.833.328). Maka wajar jika mayoritas responden menganggap upah yang saat ini diterima – dibandingkan dengan kebutuhan dan beban kerja – masih dianggap kurang layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *