#PatimbanEffect, Pemkab Juga Harus Fokus Siapkan Masterplan Daerah Penunjang

SubangBARU.com, Subang – Dalam sejarah maritim nusantara sejak sebelum masehi sampai saat ini, pelabuhan adalah episentrum pembangunan dan daya tarik ekonomi utama. Demikian pula dengan pelabuhan Patimban yang akan segera dibangun, Patimban akan mengubah wajah dan struktur ekonomi Kabupaten Subang khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Demikian dijelaskan Yanu Endar Prasetyo, S.Sos, M.Si peneliti LIPI yang juga pegiat Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) narasumber diskusi “Efek Pembangunan Patimban Bagi UMKM dan Masyarakat Subang” yang digelar oleh Bappeda Kabupaten Subang di kampus STIESA jalan Otto Iskandardinata, Rabu (3/8/2016).

“Jika masyarakat tidak siap mental maupun daya saing maka bukan tidak mungkin hanya akan menjadi penonton di lembur nyalira. Tergusur oleh sengitnya kompetisi dan pressure ekonomi,” ujar Yanu.

Intinya menurut Yanu, Pemda harus siapkan masterplan untuk daerah penunjang kawasan industri di pelabuhan Patimban, libatkan KUD, BUMD, Asosiasi Pengusaha dan UMKM untuk bangun industri berbasis agro. Hal penting lainnya adalah memastikan penerapan Environmental Mamagement System (EMS) dalam proses pembangunan pelabuhan agar dampak langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan biofisik dan sosial dapat terkontrol dengan baik.

13920129_1674623449529201_6706885753579432240_o 13914101_1674623436195869_3184599500014821338_o

“Satu lagi, Pemda atau SKPD harus fokus (keroyokan) mendampingi project affected people Patimban, yaitu mereka yang terdampak langsung oleh pembangunan pelabuhan. Melalui program-program pemberdayaan ekonomi maupun coping strategies (strategi bertahan hidup) yang memadai bagi yangg kehilangan mata pencaharian utama yaitu nelayan kecil,” katanya.

Narasumber lainnya Gugyh Susandy dari LPPM STIESA mengatakan menyambut pembangunan Pelabuhan Patimban, Pemkab harus menyiapkan produk-produk unggulannya, agar tidak kalah bersaing dengan produk dari luar. Jika pelabuhan Patimban sudah beroperasi nantinya, produk-produk dari luar akan dengan mudah mebanjiri Subang.

“Pemkab perlu membuat perbup yang mengatur tentang pengelolaan produk unggulan daerah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu salah satu perwakilan UKM dari Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro (AIKMA) yang hadir, Asep Mulyana berharap Pemkab menyediakan ruang untuk pemasaran produk UKM di sekitar pelabuhan Patimban nantinya.

13680192_1674623322862547_3140112400190107083_o

“Saya juga berharap sinergitas antara SKPD lebih ditingkatkan, sehingga tidak lagi ada tumpang tindih program pendampingan UKM antar dinas,” ungkapnya.

Penyelenggara diskusi tersebut Mochammad Solihin dari Bappeda mengungkapkan Perpres No 47 tahun 2016 tentang pembangunan pelabuhan Internasional sudah keluar, hal ini tentunya harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat Subang.

“Oleh karena itu Bappeda Subang tidak henti-hentinya berdiskusi sekaligus memberikan perkuatan dengan berbagai elemen agar pada waktunya benar-benar siap menangkap peluang bisnis dari berbagai sektor,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *