Rembug V #SubangBARU di Cijambe, Petani : Kondisi Pertanian Subang Mengkhawatirkan !

SUBANGBARU.com, Cijambe – “Kondisi pertanian Subang saat ini sangat parah!”, keluh Ade Wahyudi warga Cijambe dalam acara rembug publik V #SubangBARU yang dipandu oleh H. Ade Mulyana, S.Ag, M.Pd dari Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) di desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Sabtu sore (18/6/2016). Padahal menurutnya potensi Subang laksana surga, Cijambe misalnya memiliki potensi hortikultura yang besar. Semua ini menurut Ade terjadi karena politik anggaran yang tidak seimbang.

“Pertanian di jaman Pak (Bupati) Ruhimat tidak parah-parah amat, sekarang inftastruktur rusak, malah tambah parah,” keluhnya lagi.

Hal senada juga diungkapkan Rohadi, warga kampung Banjaran Girang, desa Cirangkong. Kata dia, sekarang infrastruktur jalan yang merupakan urat nadi ekonomi warga untuk mengangkut hasil pertanian dalam kondisi rusak. Ia pun mengungkapkan masalah lainnya yang dihadapi saat ini adalah kondisi tanah di kampungnya yang sudah menurun tingkat kesuburannya.

“Saya berharap TRPIP menjadi pelopor bagi perubahan di desa, dan kepada pemerintah saya berharap untuk lebih memperhatikan petani. Memajukan petani berarti memajukan Subang,” ungkapnya.

IMG-20160618-WA0020

Sementara itu Awang Komala dari Karang Taruna kampung Banjar Girang berharap adanya pelatihan bagi petani dan generasi muda baik teknis maupun pemasarannya. Menurut Awang, daerahnya memiliki potensi yang sangat besar namun belum memiliki produk unggulan.

Menurut Gugyh Susandy, SE, MSi dari TRPIP ada beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Subang, diantaranya Strategi Pemantapan Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yaitu dengan menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan; meningkatkan ketersediaan air untuk sistem irigasi; mengendalikan alih fungsi lahan pada kawasan pertanian; mengarahkan pembangunan fisik konstruksi bangunan; dan menyiapkan SDM pengawas dalam mengarahkan pemanfaatan ruang pada kawasan LP2B.

Strategi selanjutnya menurut Gugyh adalah pengembangan sistem dan sarana prasarana agribisnis, yaitu dengan cara mengembangkan kawasan agropolitan dan minapolitan; mendorong investasi di bidang agribisnis; mengembangkan sistem informasi pasar dan komoditas; menetapkan kesesuaian dan produktivitas lahan budidaya pertanian; dan mengembangkan sarana prasarana kegiatan agribisnis.

Selain membahas masalah pertanian, rembug publik V yang merupakan rangkaian dari rembug publik menuju #SubangBARU juga membahas lingkungan dan pencegahan bencana di Subang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *