Manusia Menyuarakan, Tuhan yang Memenangkan… (Review TRPIP dan #SubangBARU)

Penulis :
Gugyh Susandy, SE, M.Si

(Ketua LPPM Stie Sutaatmadja, Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik)

Dibawakan pada acara Pembubaran TRPIP sekaligus Deklarasi Manifesto dan Soft Launching Buku Manifesto Perubahan Subang Baru di Gedung GOW 20 Agustus 2016

Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik (TRPIP) adalah badan hukum perkumpulan para relawan dari berbagai elemen masyarakat yang mencintai Subang dan merindukan Ridha Allah SWT dalam segenap sendi kehidupan.

Untuk mendapatkan sebuah Cinta Yang Berkualitas dan mewujudkan keridhaan Allah SWT, disadari membutuhkan Ilmu Pengetahuan. Kedalaman dan Kebenaran Ilmu Pengetahuan sangat ditentukan oleh sejauhmana proses berfikir. Proses berfikir adalah penginderaan atas fakta untuk kemudian diserap/disimpan dan direflesikan oleh otak dengan informasi sebelumnya yang pada akhirnya menghasilkan pengetahuan/pemahaman. Dengan demikian maka dalam proses berfikir terdapat 4 elemen yaitu adanya fakta, adanya panca indera, adanya otak yang sehat, dan adanya informasi sebelumnya. Dari keempat elemen proses berfikir Manusia tersebut, pada ketiga elemen yaitu aspek fakta, panca indera, otak sehat secara umum dapat diasumsikan sama.

Namun, pada elemen keempat yaitu pada aspek informasi sebelumnya terdapat perbedaan pada setiap-setiap pribadi Manusia baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. Oleh karena aspek yang keempat ini sangat menentukan proses berfikir maka Informasi sebelumnya ini, harus melalui tahap pengkajian agar informasi menjadi valid dan melalui tahap penyebaran/publikasi sehingga dapat disebarluaskan kepada sebanyak-banyaknya Manusia.

Dengan demikian maka Kualitas dari informasi sebelumnya ini akan menentukan kualitas proses berfikir Manusia sehingga akan menentukan kualitas pengetahuan/pemahaman Manusia yang pada gilirannya akan menentuan kualitas perbuatan Manusia. Disinilah relevansi TRPIP lahir dengan fungsi mengkaji informasi dan menyebarluaskannya kepada publik agar tercipta kualitas informasi publik yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas proses berfikir, kualitas pengetahuan/pemahaman dan kualitas perbuatan Manusia/Insan Subang.

Tim Relawan Pengkaji Informasi Publik adalah badan hukum perkumpulan para relawan dari berbagai elemen masyarakat yang mencita-citakan sosial control masyarakat yang benar sehingga mampu melahirkan kesadaran umum (pada diri masyarakat dan aparatur) dan dapat melahirkan pemimpin (figur), dan sistem kepemimpinan (peraturan) yang kokoh dan melayani.

Peradaban yang mulia dan unggul hanya bisa tegak diatas 3 pilar yaitu integritas/kepatuhan (taqwa) individu, sosial kontrol (masyarakat) yang benar dan Negara yang berdaulat dan mandiri. Untuk bisa mewujudkan peradaban yang mulia dan unggul tidak dapat dilakukan hanya dengan mengubah ketaqwaan/kepatuhan dari individu ke individu saja, bahkan bila sampai semua individu telah semuanya patuh/taqwa maka belum bisa tegak peradaban yang mulia dan unggul tersebut. Mengapa demikian? karena sejatinya merubah peradaban adalah mengubah masyarakat bukan mengubah individu semata.

Sementara unsur masyarakat adalah bukan hanya individu. Apabila masyarakat adalah hanya kumpulan dari individu, maka apa bedanya masyarakat (community) dengan kerumunan individu (crowded)? apakah kita akan mengatakan kerumunan suporter bola didalam stadion sebagai masyarakat ? atau kerumunan penggemar musik yang nonton konser di lapangan terbuka sebagai masyarakat ?
Tentu tidak, karena definisi Masyarakat adalah kumpulan individu yang terjadi interaksi terus menerus diantara mereka dan terikat oleh kesatuan pemikiran, perasaan dan peraturan. Dengan demikian unsur pembentuk dari masyarakat terdapat 4 unsur, yaitu interaksi individu, pemikiran, perasaan dan aturan. Maka dari itu untuk membangun peradaban mulia dan unggul ditempuh secara simultan dengan melangsungkan interaksi antar individu, membina mereka dengan pemikiran dan perasaan yang sama dan menghadirkan pemimpin yang menetapkan aturan.

Dengan demikian fokus pembenahan kita bukan hanya pembenahan individu, namun juga pembenahan kesadaran (opini) umum dan pembenahan pemimpin/penguasa yang menetapkan peraturan. Disinilah relevansi TRPIP lahir dengan fungsi sebagai stimulator (pemicu) dan katalisator (percepatan) terbentuknya infrastruktur politik (partai dan elemen kelompok masyarakat lain), struktur politik (Pemimpin/Negara) dan supra struktur politik (asas aturan dan aturan rinci yang lahir dari asas) yang Sehat dan Benar di Subang.

Sejak awal berdirinya TRPIP telah disadari bahwa TRPIP adalah rumah singgah dan pertemuan para relawan yang telah memiliki rumah masing-masing. TRPIP hadir untuk menyambung tali persaudaraan, mempertahankan semangat, menyamakan frekuensi, mengkaji bersama dalam ragam sudut pandangan sehingga menghasilkan berbagai diskusi, kajian yang pada akhirnya menuju sebuah Manifesto Perubahan #SubangBaru. Dengan telah lahirnya gerakan #SubangBaru maka sepatutnya hasil konkrit ini ditindaklanjuti oleh semua pihak, dan tiba saatnya TRPIP membubarkan dirinya.

TRPIP telah Menyuarakan, manifesto perubahan #SubangBaru telah dilahirkan menjadi Panduan, Tuhan yang akan Memenangkan… selamat memperjuangkan !!!

Foto : Penyerahan simbolis buku Manifesto Perubahan SubangBaru kepada KH Musfiq Amrullah (Ketua PCNU Subang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *