SHE : Dewi Nirmalasari, Kenapa Harus Dia ?? (1)

Bagi sebagian masyarakat Subang, termasuk saya, sudah beberapa minggu ini, TL Facebook dipenuhi foto warga dari berbagai kampung yang memohon Ibu Dewi Nirmalasari untuk mencalonkan diri pada Pilkada 2018. Maka pertanyaan pertama yang muncul di benak saya, “Apa istimewanya sih Ibu satu ini?”
Well frankly speaking, saya juga tidak begitu tertarik dan tak begitu memperhatikan pergolakan politik di Subang. Bukannya apatis, tapi memang tidak ada yang menarik. Secara pribadi.
Nah permohonan para warga pada Ibu Dewi inilah yang lantas membuat saya tertarik untuk melirik proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) Subang periode selanjutkan. Saya rasa ini pertama kalinya di Subang, when grassroots appear. Ketika masyarakat dari kalangan bawah yang justru meminta seseorang mencalonkan diri terjun ke dalam pertempuran politik daerahnya. Bukankah selama ini para bupati sebelumnya, beserta lawan-lawan politiknya yang sibuk mencalonkan diri sendiri? Tentu saja permohonan dari para warga ini kemudian menjadi hal baru, unik dan menarik untuk diamati lebih dekat. Lantas siapa Ibu Dewi?
dewi nirmalasari subang 6
Menjawab pertanyaan tersebut, tentu saja saya tidak sedang membahas beliau anak siapa, ibunya siapa, tetangganya siapa, apalagi soal berat badan dan makanan favorit. Sosoknya lah yang sedang saya pertanyakan. Akhirnya, saya berkesempatan bertemu langsung dan berbincang dengan Bu Dewi. Meski memang dalam waktu yang terbilang singkat. Pertama kali bertemu, beliau sedang berada dalam sesi tanya jawab setelah menyampaikan penyuluhan tentang kanker serviks pada warga di desa Pabuaran. Warga yang kebanyakan sudah amat layak disebut “ibu-ibu”. Saat menjawab pertanyaan warga, beliau tampak sangat ramah, santai, dan terbuka. Pun setelah acara selesai, dia tetap tersenyum ramah menghadapi warga yang berpamitan. Saya yang tak dikenalnya juga disapa begitu saja. Seperti sudah beberapa kali bertemu saja, padahal itu pertama kali.
Belum lagi melihat bagaimana dia berbaur dengan para pegiat buruh, atau dengan tim penyuluhannya, ah kalian akan merasa sudah lama kenal dan akrab dengannya. Jelas bahwa dia bukan tipe orang yang akan menjaga jarak atau menaruh curiga pada orang lain termasuk mereka yang baru pertama kali ditemuinya.
Duh, saya pikir bagaimana mau jadi pemimpin kalau terlalu ramah begitu. Bukankah jadi pemimpin itu harus ada ‘bedanya’ dengan warganya.
dewi nirmalasari subang 4
dewi nirmalasari subang
Namun di jalan pulang, saya kembali berpikir,bukankah saya sendiri juga sudah muak dengan para pemimpin kebanyakan. Yang sedang bertatap muka dengan masyarakatnya, tapi terasa seperti sedang berjarak ratusan kilometer. Yang senyumnya hambar demi foto manis di media-media. Yang merasa lebih tinggi, padahal berdiri sama tinggi. Saya sungguh sudah muak.
Bukankah Ibu Dewi yang saya temui tadi justru semacam penyegaran dalam bentuk baru. Ada sosok kepemimpinan di antara gelagatnya yang terlalu supel. Yakni tidak menaruh curiga pada masyarakat. Di mana Subang sedang kekeringan sosok pemimpin yang mau percaya pada rakyatnya. Sikap ini sangat dibutuhkan mengingat Bu Dewi mulai menanggung kepercayaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah yang ramai ramai mendorongnya mencalonkan diri. Maka sebanyak itu pula beliau harus mencurahkan kepercayaannya. And she definitely showed it.
Berbaur dengan masyarakat secara konstruktif pun dilaksanakannya. Mengingat saat ini negeri kita sedang ramai politik pencitraan, saya pikir penyuluhan itu salah satu senjata politiknya. Tapi dia malah sama sekali tidak membahas urusan pilkada dalam setiap pertemuannya dengan warga. Malah justru terlihat seperti dia memang tidak memiliki agenda lain selain memberikan pendidikan kesehatan pada warga. What a great woman then!
In brief, saya masih harus mengenal sosok Dewi Nirmalasari lebih jauh. Sosok ibu yang sedang diburu warga untuk mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di Subang. Ayo bu, kenalan, bukankah harus kenal dulu baru sayang.

Penulis : Siska Amelie Fabiola Deil (Ibu Rumah Tangga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *